25 Oktober 2022 - 14:44
Seminar Persatuan Islam Berlangsung di Najaf Irak

Pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad saw pemerintah kota Najaf Irak menggelar seminar nasional yang dihadiri oleh sejumlah besar profesor, ahli hukum dan mahasiswa termasuk sejumlah ulama Najaf dan ulama dari Majelis Afta Irak.

Menurut Kantor Berita ABNA, pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad saw pemerintah kota Najaf Irak menggelar seminar nasional yang dihadiri oleh sejumlah besar profesor, ahli hukum dan mahasiswa termasuk sejumlah ulama Najaf dan ulama dari Majelis Afta Irak. Sejumlah tokoh agama dari beberapa agama di Irak juga berpartisipasi dalam seminar ini.

Seminar dengan tema "Persatuan adalah Kekuatan Umat Islam" ini dimulai dengan orasi Ayatullah Sayid Mojtabi Hosseini, wakil Rahbar di Irak, kemudian dilanjutkan oleh para pembicara  Syaikh Dr. Amer Al-Bayati, anggota Majelis Iftai Irak dan  Ayatullah Mohaghig Allamah Sayid Sami Al-Badri dari perwakilan ulama Syiah. Keduanya menyampaikan materi terkait kehidupan damai antara agama dan pengikut mazhab-mazhab Islam.

Dalam pertemuan ini, Syaikh Abu Ali Behbahani, direktur Majelis Ahlulbait Irak, mengatakan, “Fenomena yang terjadi dalam dunia Islam adalah munculnya penyimpangan dan ekstremisme yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini bertentangan dengan persatuan Islam dan Muslim, dan kami berharap pada kesempatan ini persatuan semakin kita pupuk dan tingkatkan bukan hanya dari pengikut antar agama namun juga pengikut antar mazhab-mazhab Islam. Pertemuan dan diskusi ini adalah salah satu upaya yang baik untuk memperkuat persatuan dan perdamaian dalam masyarakat Islam kita, yang kami harap akan tumbuh di bawah panji Islam bersatu.”

Syaikh Omar Al-Jubouri dari Dar Al-Aftai Irak juga menyatakan dalam pertemuan tersebut, “Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyatukan umat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan. Syahadah akan tauhid akan menyatukan kita dan menyelamatkan kita dari perpecahan. Irak telah melalui banyak hasutan dan bangsa Irak telah banyak menderita, jadi kami mencoba untuk mengadakan konferensi dan pertemuan ini, Tauhid adalah satu-satunya kata di antara kami, untuk alasan ini kami meminta Ya Allah semoga hasil konferensi ini menumbuhkan benih-benih persatuan di hati-hati kami. Semoga kedamaian dan kerukunan membayangi seluruh umat Islam dan anak-anak bangsa Irak.”

Para peserta dalam pertemuan diskusi ini menekankan pada mengandalkan semua kesamaan dan menolak perbedaan sebagai pemicu perpecahan. Peserta juga bersepakat, memanfaatkan semua momentuk dan kesempatan keagamaan untuk bertemu dan bertukar ucapan selamat dan mengungkapkan keprihatinan dan masalah dan mencari cara untuk menyelesaikannya.